“Namun faktanya banyak oknum yang mengaku pers menyalah artikan kebebasan itu dengan sikap-sikap mencederai profesi mulia itu,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara Muhammad Syahrir pada workshop pengenalan jurnalistik bagi pemangku pendidikan di Emerald Hall, Hotel Mega Permata, Jalan Imam Bonjol Kota P.Sidimpuan, Minggu (14/9).
Menurut Syahrir, lahirnya UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, berdampak terhadap menjamurnya wartawan, sehingga jumlahnya tidak terdata.
“ Kalau saya ditanya berapa jumlah wartawan di Sumut, jawaban saya hanya Tuhan yang tahu. Tetapi berapa jumlah wartawan anggota PWI Tabagsel pasti saya tahu hanya 22 orang,“ terangnya.
Syahril mengaku risau, atas banyaknya kalangan beranggapan bahwa wartawan itu adalah sebuah pekerjaan. Padahal wartawan adalah tugas profesi.
“Kalau wartawan dianggap sebagai pekerjaan, berarti semua orang bisa jadi wartawan, namun kalau disebut profesi hanya orang tertentu yang bisa jadi wartawan,“ jelasnya.
Oleh karena itu, Syahril meminta supaya UU Nomor 40 Tahun 1999 tersebut segera direvisi agar tidak sembarang orang menjadi wartawan.
Sementara itu, Walikota P. Sidimpuan Andar Amin Harahap mengatakan, peran pers cukup besar dalam mempengaruhi kemajuan Pemerintahan dalam hal publikasi, bahkan tak jarang tulisan yang dibuat menjadi referensi dalam mengambil suatu kebijakan.
Melalui laporan investigasi rekan pers tak jarang menimbulkan ide dan gagasan, yang tentunya merupakan aspirasi yang kredibel berkembang di masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan, seiring dengan tumbuh dan berkembangnya jumlah wartawan, kiranya PWI mampu sebagai motor dalam mengemban tugas profesi kewartawanan sesuai dengan etika profesi yang tentunya tetap dilandasi dengan semangat saling menghargai dan menghormati dalam prinsip saling membutuhkan sebagai mitra kerja.
Walikota juga menyampaikan penghargaannya kepada rekan pers yang melakukan kritik secara cerdas, beretika dan bertanggung jawab. “Pers seperti itu diyakininya kelak akan mendapat tempat dihati pembacanya sebab masyarakat sekarang telah kritis ditengah derasnya arus informasi,“ katanya.
Atas nama Pemko P.Sidimpuan Walikota Andar Amin Harahap merasa bangga dan mengucapkan terimakasih kepada PWI Tabagel yang menggelar kegiatan itu, karena dapat membantu tugas pemerintah dalam hal pengenalan jurnalistik khsusunya di kalangan kepala sekolah.
“Ke depan, kegiatan seperti ini dapat semakin di perluas, baik ditingkat PNS, Kades/Lurah maupun pelajar,“ katanya.
Mewakili Ketua DPRD, Rudi Hermanto yang Ketua Fraksi PDIP DPRD P.Sidimpuan mendukung penuh kegiatan ini demi meningkatkan pemahaman kepala sekolah akan peran dan fungsi wartawan sehingga tidak ada lagi salah pengertian.
Sedangkan Ketua PWI Tabagsel Hairul Iman Hasibuan mengatakan saat ini krisis kepercayaan masyarakat kepada wartawan cukup tinggi. Soalnya pada zaman ini banyak orang dengan mudah menjadi wartawan dan memegang kartu wartawan, padahal belum tentuk memahami betul tugas pokoknya sebagai wartawan karena diduga tanpa melawati seleksi dan pendidikan jurnalistik.
“Oleh karena itu, kami berupaya memberikan pengertian dan pemahaman kepada seluruh Kepsek SD dan SMP akan pentingnya tugas dan peran wartawan dalam memberikan informasi dan bukan mencari-cari kesalahan seperti yang ditudingkan selama ini,” katanya.
Ketua Panitia Mohot Lubis melaporkan, workshop berthemakan ”Pers Sehat, Pendidikan Berdaulat “ diikuti 110 Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri se-Kota Padangsidimpuan. Turut memberikan kata sambutan Ketua Dewan Pendidikan Kota P. Sidimpuan M Jusar Nasution.
Acara diisi pemberian cinderamata oleh Ketua PWI Sumut kepada walikota dan Ketua DPRD Kota P. Sidimpuan.
Hadir dalam acara itu, Kadisdik Nelpisar Nasution, Kepala Cabang PT Bank Sumut Hifzan Lubis, Asisten, Kakan, Kasubbag dan lainnya.Tampil sebagai pemateri dalam workshop itu, Ketua PWI Sumut M. Syahrir dengan materi “Peran PWI Dalam Meningkatkan Profesionalitas Wartawan“ dan Sofyan Harahap dengan materi “Cara Mengenal Media dan Kiat Menghadapi Wartawan”. (hih)

0 komentar :
Posting Komentar